Menu Melayang

Hanya Tampil di HP

Tidak Tampil di HP

6 Adab Berzikir yang Penting Diketahui Seorang Muslim

6 Adab Berzikir yang Penting Diketahui Seorang Muslim

6 Adab Berzikir yang Penting Diketahui Seorang Muslim ini sering sekali dibahas diberbagai tausiah, baik itu dari media youtuber atau melalui situs-situs yang membahas tentang kajian islami.

Berdizir memang terlihat sangat mudah, karena biasanya sudah ada yang membimbing dari seorang imam, namun pengetahuan serta hikmah berdzikir itu sedikit sekali orang yang mengetahuinya, oleh sebab itu tidak ada salahnya kita semua untuk bisa meningkatkan nilai-nilai amalan ini.

Masih banyak sekali para pemimpin masjid atau mushola yang melakukan dzikir dengan terburu-buru sehingga bacaan tersebut seperti tidak memenuhi syarat lafadz zikir atau lebih jelasnya seperti terdengan mengganti huruf.

Bacaan yang seharusnya enak didengar menjadi seperti sebuah bunyi-bunyian yang tidak ada makna, hal ini biasanya dilakukan dengan terburu-buru karena ingin mencapai batasan dzikir itu sendiri, seperti yang sudah biasa dilakukan dengan menyebut Subhaanallah sebanyak 33x dan Alhamdulillah 33x terakhir Allahu Akbar sebanyak 33x.

Sahabat Yayasan Nurul Jannah yang kami hormati, Dzikir itu selayaknya ibadah lain, tentu ada adab-adabnya yang harus kita penuhi ketika berzikir. dan amalan yang paling mudah dilakukan adalah berdzikir namun terkadang sebagian muslim mengabaikan hal ini ketika selesai sholat fardhu.

6 Adab Berzikir yang Penting Diketahui Seorang Muslim

Mengutip pendapat Sayyid Ustman Rahimahullah dalam kitabnya Maslakul Akhyâr fî al-Ad’iyyah wal Adzkâr al-Wâridah ‘an Rasûlillah mencantumkan syarat dan adab dalam berdoa. Berikut syarat dan adab -nya:

1. Tidak mengerjakan zikir-zikir yang sunnah sementara amalan yang wajib belum dikerjakan.

Hal demikian masih sering dilakukan oleh banyak orang. Dibanding amalan sunnah, tentu amalan wajib lebih utama. Oleh karenanya sebaiknya tidak mengerjakan dzikir sunnah jika belum mengerjakan amalan yang wajib.

Amalan wajib yang dimaksud di antaranya, menuntut ilmu, menunaikan shalah qadha ketika memiliki utang shalat, dan amalan wajib lainnya.

Baca juga: Punya Hasad dan Iri Hati Tak Termasuk Penghuni Surga

2. Tidak mengubah lafadz zikir atau mengganti huruf, serta membaca sesuai dengan panjang dan pendeknya.

Memang, membaca bacaan arab dengan tajwid hanya diwajibkan ketika membaca Al Qur’an saja. Namun sebagai adab, hendaknya kita juga memperhatikan panjang-pendek, lafadz, serta hurufnya. Terlebih lagi bila lafdz terseubt bersumber dari Al Qur’an.

Kiai Ali mencontohkan seseorang yang melakukan zikir nafi isbat membaca lafadz Laa Ilaaha illallah dengan sesuai metode, teknik dan bimbingan para guru atau mursyid, maka orang tersebut akan merasakan energi ilahiyah yang memberi efek positif baik pada rohaniah maupun jasmaniah.

3. Paham akan makna dan arti dari zikir

Memahai sesuatu yang kita lihat dan kita baca itu sangatlah penting agar sesuatu yang dibaca Ketika kita ucapkan tahu makna dan arti dari zikir yang dipanjatkan, maka kita akan lebih menghayati dan meresapinya.

Dengan begitu pula, zikir kita tidak hanya jadi ibadah dengan mulut saja tapi juga dengan hati. dengan seiramanya dzikir antara bibir dengan hati maka yang kita dapat nantinya adalah hikmah yang bisa kita rasakan sendiri.

Maka perlu ilmu zikir, untuk tahu ilmunya zikir harus terbiasa dengan mengikuti pengajian tentu yang fokus dengan masalah zikir adalah pengajian terkait dengan tasawuf dan tarekat,"

4. Makan dan Minum dari yang Halal

Adab yang ke 4 meliputi makanan serta minuman yang masuk ke tubuh kita. Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa ada seorang yang gemar berzikir namun makanan dan pakaiannya haram. Orang yang demikianlah yang doa dan dzikirnya tidak dikabulkan oleh Allah Subhaanahu wa Ta'ala.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Wahai manusia sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik, dan sungguh Allah memerintahkan orang-orang mukmin sebagaimana yang telah diperintahkan kepada para rasul.”

Lalu Allah berfirman,

“Wahai para rasul, makanlah hal-hal yang baik, bekerjalah dengan benar sesungguhnya Aku Mahatahu dengan apa yang kalian kerjakan.” Dan Allah pun berfirman, “Wahai orang beriman makanlah hal baik yang telah Kami berikan pada kalian.” (QS. Al Baqarah: 172).

5. Menghadap kiblat dan dalam keadaan suci dari hadats dan najis adalah sunnah

Dalam urusan arah dan tempat sebenarnya ini tidaklah begitu kita debatkan, namun mengingat dan menimbang adanya Adab ini merupakan hal yang sepele namun sangat besar ganjarannya bila dilakukan, yakni menghadap kiblat dan dalam kedaan suci. Hal tersebut termasuk sunnah ketika berdoa dan berzikir.

6. Mengkhusyukkan hati dan merendahkan diri (tadlarru’)

Sama halnya dengan berdoa, ketika berzikir sebaiknya kita mengkhusyukan dan merendahkan diri di hadapan Allah Azza wa Jalla. Merendahkan diri di sini maksudnya adalah dengan berendah diri dan suara yang lembut seperti yang difirmankan Allah Subhaanahu wa Ta'ala didalam Ayat suci Al-Quran:

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf: 55).

Hati itu memiliki dua model. Pertama, hati yang memiliki sensitivitas dan kelembutan. Sehingga orang tersebut akan memiliki ketertarikan ketika diajak berzikir. Sebagaimana firman Allah Subhaanahu Wa Ta'ala:

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Alquran surat Al Anfal ayat 2).

Demikian tadi 6 Adab Berzikir yang Penting Diketahui Seorang Muslim yang bisa kami sampaikan melalui tulisan ini, semoga saja bisa memberikan masukan serta bisa menambah ilmu pengetahuan dalam beribadah.

Kesimpulannya

Dengan berdzikir yang dilakukan dengan tanpa ada rasa terburu-buru akan memberikan efek baik dalam tubuh seseorang itu sendiri, dengan menikmati dzikir sesuai dengan lafadznya akan memberikan ketenangan yang sebenar-benarnya.

Lakukanlah dan ajarkanlah ke semua makmum untuk belajar bersabar dengan memulai berdzikir secara khidmat, tidak terburu-buru ingin cepat selesai atau di tinggal makmum dan sebagainya. karena sesunggunya berdzikir bersama itu adalah panggilan hati seseorang, yang ingin memanggil nama allah secara bersama-sama.

"Dengan mengikuti kajian rutin akan mendapatkan pencerahan dari sisi ilmu dzikir. Tidak ada metode lain untuk mensucikan kotoran batiniah kecuali dengan Berdzikir dan riyadoh mujahadah melalui puasa-puasa sunah,"

"Ingatlah, dan sesungguhnya di dalam hati itu terdapat segumpal darah. Jika ia baik, baik (pula) seluruh tubuh. Dan bila ia rusak, rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah, ia adalah hati.”. Hadis ini diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim (Muttafaqun Alaih)

Wallahu 'Alam

Related Post

No comments:

Post a Comment

Back to Top

Contact Form

Name

Email *

Message *

Cari Artikel