Menu Melayang

Hanya Tampil di HP

Tidak Tampil di HP

Literasi Berkembang dengan E-Komik

Literasi Berkembang dengan E-Komik

Literasi Berkembang dengan E-Komik adalah salah satu upaya dari Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan dan Kebudayaan dalam mensikapi generasi saat ini yang sangat sulit sekali membaca dengan media buku, hampir menyeluruh generasi muda saat ini lebih cenderung membaca menggunakan smartphone.

Oleh karena itu upaya dari pergerakan BPMPK ini menurut penulis sangat tepat sekali, sehingga kedepannya generasi pendidikan tingkat dasar hingga tingkat atas tetap terhubung dengan lingkungan membaca, sehingga setiap perkembangan atau tugas pendidikan dapat diselesaikan dengan mudah.

Dikuti dari Radio Edukasi Kemdikbud, Kemajuan negeri dapat terwujud dengan adanya investasi pemuda yang memiliki kesadaran tinggi terhadap literasi. Tingkat literasi yang rendah adalah hal penting yang harus segera disadari dan diatasi untuk menghadapi persaingan dunia yang semakin kompetitif.

Berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, Indonesia menempati rangking ke 62 dari 70 negara dari tingkat literasi.

Menjawab tantangan yang nyata terhadap rendahnya literasi anak muda, Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan dan Kebudayaan (BPMPK) Kemendikbudristek terus berupaya menciptakan media pembelajaran untuk meningkatkan literasi berbasis digital mengingat teknologi adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Tingginya pengguna ponsel pintar di Indonesia yang mencapai 89% dari total penduduk Indonesia membuka peluang bagi BPMPK untuk menciptakan inovasi media pembelajaran yang tidak hanya mudah digunakan tetapi juga menarik dan memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Salah satunya adalah E-Komik.

Sistem Hypermedia adalah salah satu formula yang menjadi keunggulan dalam E-Komik. Pasalnya pengguna akan mendapatkan penjelasan dari istilah yang di-highlight dengan kemasan multimedia yang apik dan menarik. Mulai dari peran audio, gambar yang sesuai hingga URL lain yang menjadi rujukan untuk memperkuat penjelasan dari istilah yang pengguna klik.

Dalam pengembangannya E-Komik bukan hanya media pembelajaran berbasis digital yang mudah digunakan, tetapi juga unik. Karena tema-tema yang diangkat mengarah pada kehidupan yang dialami penggunanya dalam kehidupan sehari-hari. Dimana target sasaran dari E-Komik adalah pelajar SMA/SMK sederajat, SMP dan kemudian saat ini juga tengah dalam pengembangan bagi SMPLB terutama anak berkebutuhan khusus tuna rungu.

Demi memfasilitasi pembelajaran yang berkualitas, E-Komik juga dirancang sedemikian rupa sehingga meng-cover ranah kognitif, afektif, psikomotorik bahkan memberikan nilai holistic bagi penggunanya.

Baca juga: Tupokasi Bidang Kurikulum dan Kesiswaan

Bukan sekedar aplikasi media pembelajaran biasa, E-Komik merupakan aplikasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara empiris dan akademis. Karena perumusan dan pembuatannya telah merujuk pada fakta yang ditemukan di lapangan berdasarkan hasil riset serta diskusi dengan berbagai sumber data mulai dari kalangan akademis, ahli materi dari universitas, pengkaji media, serta guru yang secara praktis mengetahui betul setiap detail aktivitas dan kebiasaan pelajar di lapangan.

Adanya observasi, uji coba, dan evaluasi adalah aktivitas yang mendukung bahwa E-Komik adalah aplikasi media pembelajaran yang memiliki kredibilitas.

Untuk menciptakan media pembelajaran yang disukai oleh para pelajar, maka harus masuk dalam ranah dan dunia yang disukai oleh pelajar. Tentu saja hal tersebut menjadi tantangan yang tidak mudah. Oleh sebab itu, penuangan ide dan gagasan, alur cerita, resolusi dan moral values hingga skema penyajian adalah komponen E-Komik yang harus diramu dan didesain di awal. Sehingga akan menciptakan alur cerita yang membuat penggunanya nyaman dan terus memunculkan rasa keingintahuan akan sajian cerita dalam E-Komik.

Manikowati, M.Pd selaku PTP Madya Balai Pengembangan Multimedia dan Kebudayaan mengungkapkan dengan hadirnya E-Komik ini tingkat literasi anak muda semakin naik. Perkembangan teknologi yang ada harus bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menambah pengetahuan.

Karena kemudahan akses beragam informasi di era revolusi digital bukan hanya bisa didapatkan dari buku dengan ketebalan lembarannya, akan tetapi dalam sekejap pengetahuan dapat diperoleh melalui perangkat yang kita miliki.

Dalam siaran program acara Kolase di Radio Edukasi, Manikowati memberikan pesan bahwa membaca adalah jendela dunia, tanpa membaca manusia bagaikan katak dalam tempurung, hanya mengetahui apa yang dia lihat di dalam tempurung itu.

Membaca akan memunculkan kreativitas, kemudian dari kreatifitas akan memunculkan imajinasi.

Untuk menjadi guru abad ke-21 haruslah kreatif dan inovatif serta mampu membaca peluang, sehingga dapat menyajikan pembelajaran yang disukai oleh siswa. Salah satunya dapat menggunakan E-Komik yang dapat didownload di m-edukasi.kemdikbud.go.id.(nj)

Related Post

No comments:

Post a Comment

Back to Top

Contact Form

Name

Email *

Message *

Cari Artikel